Tips Jitu VISA Schengen Eropa Disetujui / Lolos


VISA Schengen seringkali ditolak karena alasan kepulangan ke Indonesia tidak meyakinkan?  Meskipun tabungan bank menunjukkan saldo yang cukup, pekerjaan menjamin, memiliki sponsor dari relasi keluarga maupun pasangan di Jerman sebagai pihak pengundang tapi masih tetap ditolak? Ternyata pihak pengundang  dari Jerman saja tidak cukup untuk meyakinan kedutaan Jerman akan kepulangan kita kembali ke Indonesia. Apalagi ya yang kurang?
Adapun artikel blog saya kali ini khusus membahas cara apply VISA Schengen Eropa yang jika kamu memiliki pihak pengundang. Saya akan menjadikan kedutaan Jerman sebagai contoh satu dari perwakilan kedutaan negara-negara di Eropa. Jerman adalah pemilik kedutaan yang dikenal cukup ketat dibandingkan dengan kedutaan Belanda dan lainnya.
Persiapkanlah dokumen yang saya sebutkan dibawah ini selengkap-lengkapnya atau kamu juga dapat membaca pedoman apply VISA Schengen yang tertera di website kedutaan https://jakarta.diplo.de/.
Persyaratan dokumen dibawah ini adalah rahasia saya mengapa proses VISA Schengen yang sudah berkali-kali saya apply tidak pernah memiliki hambatan besar meskipun status saya saat itu adalah tidak bekerja alias pengangguran.
Langsung saja, berikut adalah dokumen persyaratan tersebut:

1. Paspor (Original)
Paspor tidak boleh berusia lebih dari 10 tahun, paspor masih ada tersisa 2 lembar untuk VISA, paspor setidaknya berlaku 3 bulan sebelum berangkat.

2. Verpflichtungserklärung (Original, Copy)
Karena pihak pengundang adalah sebagai penjamin yang menfasilitasi akomodasi, makan, transport dan kebutuhan lainnya selama periode kamu di Jerman, maka mintalah pihak pengundang kamu di Jerman untuk mengisi formulir online dan menetapkan termin di kantor pemerintah setempat, tips dari saya adalah mintahlah pihak pengudang untuk mengatur termin pada pagi hari karena kantor pemerintahan di Jerman biasanya memiliki jadwal antrian yang sibuk.
Untuk pembuatan Verpflichtungserklärung ini dikenakan tarif 25,- tergantung kebijakan masing-masing daerah di Jerman. Pengirim surat dari Jerman ke Indonesia melalui Deutsche Post atau DHL dengan estiminasi waktu sampai 2 minggu lebih yang dikenakan tarif 5,-, sedangkan untuk pengirim express dikenakan tarif 70,- plus asuransi 5,- dengan estimasi waktu sampai kurang lebih 2-3 hari. 
So jika ingin yang lebih murah dengan tarif € 5 saja, mintahlah pihak pengundang di Jerman untuk mengirimkannya dari jauh-jauh hari. Berikut adalah contoh halaman depan Verpflichtungserklärung:

3. Surat Permohonan VISA Schengen dari pihak pengundang (Optional)
Seringkali persyaratan ini dilupakan karena kemungkinan kita merasa bahwa Verpflichtungserklärung saja sudah cukup membuktikan bahwa kita memiliki pihak pengundang di Jerman. 
Persyaratan ini memang tidak disebutkan dengan jelas di website kedutaan Jerman. Tetapi jika kamu ingin proses VISA Schengen kamu semakin terbuka lebar untuk disetujui, maka cantumkanlah surat permohonan VISA yang dibuat oleh pihak pengudang. Semisal pihak pengundang tersebut adalah pasangan kamu, tuliskan motivasi pihak pengundang untuk mengundangmu ke Jerman, mengatur dengan tepat jadwal kepulangan kamu nantinya ke Indonesia sesusai dengan jadwal penerbangan yang tertulis, bagaimana kalian bisa bertemu, berapa lama kalian menjalin hubunhan, dsb (pertanyaan ini seringkali ditanyakan langsung oleh petugas kedutaan ketika sesi wawancara untuk mengetahui seberapa jauh hubungan kamu dengan pihak pengundang, bukan bermaksud kepo dengan urusan pribadi kamu, seperti umumnya negara maju layaknya Jerman yang sangat selektif untuk mendatangkan orang asing ke negaranya, jangan sampai kita melakukan pelanggaran seperti terciptanya pekerja imigran ilegal, human traffickingdsb).
Sertai surat permohonan tersebut dengan tanda tangan pihak pengundang.
Kamu tidak harus meminta pihak pengundang untuk mengirimnya langsung dari Jerman, cukup dengan mengirimkan scan and print it out.

4. Passport/ID Pihak Pengundang (Copy)
Pilih salah satunya saja.

5. Mengisi Application Forrm (Original)
Untuk mengisi formulir VISA Schengen dari website kedutaan Jerman, lihat disini https://videx.diplo.de
Sedikit tips dari saya khusus pada pengisian kolom pengundang: Isilah sejelas mungkin, data harus disesuaikan dengan yang apa yang tertulis di Verpflichtungserklärung juga surat permohonan VISA yang dibuat pihak pengundang.
Setelah formulir diisi, print out lembaran dokemannya.

6. Pasfoto Ukuran 3.5 x 4.5 cm (Original, 2 pieces)
Tidak seperti pasfoto pada umumnya, berikut ketentuannya:
  • Wajah setidaknya mengisi 80% dari keseluruhan pasfoto.
  • Latar belakang putih/abu-abu muda.
  • Larangan memakai kontak lensa.
  • Bola mata harus fokus ke kamera (Bukannya saya menambah-nambahkan syarat ini, namun pengalaman nyata saya dengan beberapa rekan saya pernah merevisi pasfoto sampai 2-3 kali karena hasil radius fokus mata saya tidak mencapai maksimal radius fokus yang ditentukan oleh kedutaan Jerman ketika petugas kedutaan mencoba memerika pasfoto tersebut ke dalam mesin khusus).
Contoh pas foto dari kedutaan Jerman dapat dilihat disini https://jakarta.diplo.de/blob/1807774/a38f9a5a6b8baaa22100b2bd3946d100/fotomustertafel-

6. Asuransi Perjalanan (Original, Copy)
Berikut daftar asuransi perjalanan yang dapat diterima oleh kedutaan Jerman, lihat disini https://jakarta.diplo.de/blob/1892148/3bd6005177eda72a4167c6b6a1aca81f/krankenversicherung-data.pdf
Saya merekomendasikan untuk memilih asurasi AXA yang ada pada salah satu daftar asuransi perjalanan tersebut. Menurut pencarian saya karena selain yang paling murah, juga polis/tawaran cover asuransi AXA sangat baik.

7. Rekening Koran 3 Bulan Terakhir dari Sanak Famili (Copy)
Sanak famili disini adalah ibu, ayah, kakak atau adik. Pilih salah satu. Saran saya adalah pilihlah salah satu dari sanak keluarga kamu yang rekeningnya cenderung gendut.

8.  Kartu Keluarga (Original, Copy)
Jika kamu mencantumkan rekening koran dari salah satu pihak keluarga maka tentu saja kamu harus membuktikan bahwa kamu mempunyai relasi hubungan darah dengan pihak tersebut.

9. Tiket Pesawat Pulang-Pergi (Original, Copy)
Saya tidak menyarankan untuk langsung men-booking tiket pesawat pulang-pergi karena tidak menutup kemungkinan jika VISA Schengen ditolak, kita merugi dan dukun bertindak.
Lakukanlah fake dummy booking, meskipun tidak semua maskapai pesawat tidak dapat memfasilitasi hal tersebut, saya menyarankan dua dari maskapai penerbangan yang dapat mendukung kamu untuk melakukan dummy booking, diantaranya KLM dan Qatar karena mereka dapat men-provide untuk pembayaran sistem offline alias langsung datang ke kantor maskapai setempat untuk melakukan transaksi prabayar.

10. Surat Keterangan dari Instansi Terkait (Original, Copy)
Jika kamu seorang pekerja di perusahaan swasta maupun pemerintah : Mintalah surat keterangan cuti dari perusahaan tempat kamu bekerja.
Jika kamu seorang pelajar/mahasiswa : Mintahlah surat keterangan yang menyebutkan bahwa kamu adalah pelajar/mahasiswa pada instasi tersebut. Berikut contoh surat keterangannya:


11. Biaya Pembuatan VISA Schengen
Kedutaan Jerman Jakarta :
  • Untuk dewasa dan anak-anak mulai usia 12 tahun € 60,-
  • Untuk anak-anak dari 6 sampai 11 tahun € 35,-
  • Untuk anak-anak di bawah 6 tahun, suami/istri dari kewarganegaraan Jerman dan dari kewarganegaraan negara Uni Eropa lainnya adalah tidak dipungut biaya.
Note:
  • Pembuatan VISA Schengen melalui konsulat Bali atau Surabaya umumnya akan dikenakan tarif tambahkan biaya pelayanan konsulat.
  • Dibayarkan dalam Rupiah (IDR) secara tunai sesuai dengan kurs harian yang berlaku di kedutaan.
  • Biaya permohonan dibayarkan pada saat permohonan diterima dan tidak akan dikembalikan jika permohonan visanya ditolak. 

12. Membuat Janji Pertemuan

Ingat, sebelum ke kantor konsulat atau kedutaan Jerman, pastikan semua dokumen diatas harus lengkap, jika kurang lengkap, kamu akan dihubungi kembali oleh pihak kedutaan melalui telepon jika ada dokumen yang masih kurang, so itu akan memperpanjang pembuatan VISA yang seharusnya bisa selesai kurang dari 2 minggu. 
Viel Glück ya!

About the Author

Blog ini didirikan sejak tahun 2009 oleh Bunga Kurnia yang bukanlah seorang blogger aktif, hanya dikala waktu senggang menyempatkan waktunya untuk menulis blog meskipun dengan tulisan yang tak sempurna dan tak karuan, karena itulah blog ini dinamakan 'menulis bebas'.

Comments