Review Lembaga-Lembaga Kursus Bahasa Jerman di Bali

Artikel ini saya tulis agar dapat membantu teman-teman yang ingin belajar bahasa Jerman di Bali menemukan lembaga kursus yang sesuai dengan standar keperluan teman-teman dari sisi fasilitas, budget dan sistem pembelajaran. Perlu diingat bahwa tidak semua lembaga kursus di Bali dapat saya review, saya hanya dapat me-review beberapa lembaga kursus yang dulu merupakan tempat saya menimbah ilmu bahasa Jerman. Adapula lembaga-lembaga kursus bahasa Jerman yang saya sebutkan dibawah ini merupakan lembaga kursus bahasa Jerman yang paling umum dan dikenal di Bali.


1. Deutsch Lingua, Denpasar

Kelebihan :
  • Terdapat kelas bahasa Jerman dengan sistem pembelajaran menggunakan Bahasa Inggris dan Indonesia. Sistem pembelajaran berbahasa Inggris diajarkan oleh pengajar native german speaker, sedangkan sistem pembelajaran berbahasa Indonesia diajarkan oleh pengajar warganegara Indonesia yang sudah pernah tinggal selama bertahun-tahun di Jerman.
  • Pengajar native german speaker pernah menjabat sebagai dosen hukum di salah satu universitas di kota Ulm, Jerman. Jadi tak usah dipertanyakan mengenai sistem pembelajarannya karena metode pembelajaran pengajar begitu profesional. 
  • Metode pembelajaran cenderung balance masing-masing ke dalam 4 aspek, dengan presentase yakni 25% mendengarkan, 25% berbicara, 25% menulis dan 25% membaca. Ini salah satu sistem pembelajaran yang tidak saya jumpai di lembaga kursus lain yang biasanya mengutamakan aspek menulis dan membaca lebih banyak ketimbang mendengarkan dan berbicara. 
  • Buku pembelajaran yang digunakan adalah Netzwerk dan Studio D yang lembaga percetakannya sendiri berasal dari Jerman.
  • Fasilitas penunjang sangat baik, terdapat TV beserta speaker yang siap digunakan kapan saja ketika sesi mendengarkan, terdapat perpustakaan kecil berisi buku-buku berbahasa Jerman, terdapat beberapa ruang kelas yang luas, nyaman dan bersih untuk kelas grup dan privat, terdapat air conditioner sebagai penyejuk ruangan pada saat jam pembelajaran berlangsung, parkir kendaraan cukup luas, plus bagi kamu yang suka kucing akan disambut zimba, si kucing berwarna orange asal Jerman.
  • Meskipun kaya akan fasilitas penunjang dan metode pembelajaran yang sangat baik akan tetapi tarif kursus privat maupun grup relatif rata-rata dibandingkan dengen lembaga kursus yang lain. Tidak begitu mahal dan tidak begitu murah.
  • Jika murid kelas privat absen alias tidak hadir pada hari itu juga (tidak berlaku bagi kelas grup kecuali jika semua anggota kelas absen) maka pertemuan tersebut tidaklah hangus tetapi akan digantikan pada jadwal yang baru dengan jadwal fleksibel sesuai keinginan murid.
Kekurangan :
  • Jika kamu berniat mengambil kelas bahasa Jerman dengan sistem pembelajaran menggunakan bahasa inggris, sedangkan bahasa Inggrismu sangat kurang dan kamu termasuk seseorang yang kurang mudah menangkap materi pelajaran, maka urungkan saja niatmu. Lebih baik untuk mengambil kelas bahasa Jerman dengan sistem pembelajaran menggunakan bahasa indonesia yang juga tersedia di lembaga kursus ini. Tapi jika bahasa inggrismu sangat baik, maka lembaga kursus ini adalah yang terbaik untukmu.
  • Cukup banyak memiliki tamu sebagai calon murid pada saat jam pembelajaran berlangsung, sehingga terkadang pengajar harus meninggalkan kelas beberapa menit untuk bertemu dengan tamu tersebut. Akan tetapi waktu yang terbuang tersebut akan diperpanjang pada jam pembelajaran hari itu juga.

2. Belajar Bahasa Jerman di Bali, Kedonganan

Kelebihan : 
  • Pengajar merupakan warganegara Indonesia yang sudah telah lama menetap di Jerman, sehingga bahasa Jerman beliau sangat fasih. Sistem pembelajaran bahasa Jerman menggunakan bahasa Indonesia.
  • Yang sangat berbeda dari lembaga kursus lain adalah pengajar sangat mengutamakan sisi kualitas hasil pembelajaran muridnya, yang juga berarti lembaga kursus ini tidak mengarah fokus ke money-oriented semata. Pada lembaga kursus lainnya, pertemuan kelas tidak bisa ditambahkan dan dikurangi sebagaimana tertulis di kontrak perjanjian pada umumnya. Berbeda halnya dengan lembaga kursus ini, pada minggu-minggu sebelum ujian dilaksanakan di Goethe Institute, murid akan dipersiapkan untuk menjalani try out dengan sangat giat, mereka akan didorong untuk memperoleh hasil try out dengan nilai standar ketentuan Goethe untuk lulus sesuai pada level bahasa Jermannya. Jadwal try out yang seharusnya 3 kali pun dapat ditambahkan oleh pihak pengajar sendiri tanpa biaya additional sampai murid tersebut dirasa sudah cukup siap untuk mengikuti ujian di Goethe Institute. Hal tersebut sangat jarang saya jumpai di lembaga kursus lain, pada lembaga kursus lain, pengajar cenderung hanya sebagai pengajar bukan sebagai motivator, yang terpenting bagi mereka, mereka sudah menjalankan tugasnya sebagai pengajar, selebihnya mereka tidak mau tahu menahu apakah murid yang mengikuti pelajaran menyerap materi dari telinga kanan tapi keluar di telinga kiri. 
  • Presentase metode pembelajaran kelas yang sesuai dengan pengalaman saya dari sudut 4 aspek, menulis sebanyak 50%, membaca 35%, berbicara 10%, mendengarkan 5%.
  • Cuti kursus yang cenderung fleksibel yang juga tidak dapat dijumpai di lembaga kursus lainnya, sesuai dengan pengalaman saya dan teman saya yang pernah mendapatkan cuti selama sebulan karena alasan yang mendesak dan masuk akal. Pada lembaga kursus lain, umumnya murid tidak mempunyai kewenangan mengambil cuti dengan waktu yang relatif terlalu lama.
  • Murid akan dimasukkan ke dalam grup Belajar Bahasa Bali di Jerman di media sosial yang terdiri dari murid-murid yang sementara kursus maupun yabg telah menjadi mantan murid, sehingga koneksi dengan orang-orang yang memiliki kesamaan interest mengenai bahasa Jerman dan negara Jerman semakin luas.
  • Buku pembelajaran diterbitkan oleh pengajar lembaga itu sendiri.
Kekurangan :
  • Kurang cocok untuk kelas bahasa Jerman B1-B2 yang mengutamakan aspek berbicara dan mendengarkan lebih banyak.
  • Kelas grup maksimal 5 orang, tidak lebih dari itu karena ruang kelas cenderung kecil.

3. ILC (International Languages Course) Anugerah Bali, Denpasar
Pada lembaga kursus ini terdapat beberapa kelas bahasa asing lain selain Bahasa Jerman, tapi saya akan membahas lebih khusus mengenai kelas Bahasa Jerman yang tersedia pada lembaga kursus ini sesuai dengan pengalaman saya sebagai mantan murid meskipun hanya dalam waktu yang relatif singkat.

Kelebihan :
  • Pengajar adalah seorang guide bahasa Jerman yang berpengalaman selama bertahun-tahun dan juga sebagai guru freelance bahasa Jerman di salah satu sekolah pariwisata di Bali. 
  • Tarif kursus murah meriah untuk kelas grup bahasa Jerman.
  • Pembelajaran dilakukan di gedung sekolah dasar sehingga pembelajaran dilakukan di ruang kelas yang cukup luas.
Kekurangan :
  • Metode pembelajaran masih menggunakan metode lama seperti ditulis dan disalin. Sehingga 80% dari waktu pembelajaran digunakan untuk menyalin teks dari papan tulis yang ditulis oleh pengajar, 20% lebihnya digunakan untuk membaca dan menyimak penjelasan pengajar.
  • Fasilitas penunjang minim, tidak terdapat alat penunjang untuk aspek mendengarkan.
  • Masing-masing ruang kelas menyediakan fasilitas satu kipas angin sebagai penyejuk ruangan yang saya rasa tidak cukup berfungsi untuk menyejukkan keseluruhan ruang kelas yang cukup luas tersebut.
  • Terdapat buku pembelajaran berhalaman tipis yang diterbitkan oleh pihak lembaga itu sendiri, akan tetapi menurut pengalaman saya, buku tersebut seperti hanya digunakan sebagai buku saku karena proses pembelajaran tidak diarahkan pada buku pembelajaran tersebut.


About the Author

Blog ini didirikan sejak tahun 2009 oleh Bunga Kurnia yang bukanlah seorang blogger aktif, hanya dikala waktu senggang menyempatkan waktunya untuk menulis blog meskipun dengan tulisan yang tak sempurna dan tak karuan, karena itulah blog ini dinamakan 'menulis bebas'.

Comments