Gambaran Umum Desa Bayung Gede di Bali

Letak Geografis
Desa Bayung Gede berada di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Provinsi Bali –Indonesia. Desa ini adalah termasuk salah satu desa kuno yang berada di Kabupaten Bangli. Batas administrasi Desa Bayung gede adalah Desa Batur dibagian utara, Desa Belancan dibagian Barat, Desa Bonyoh dan Abuan dibagian Selatan dan Desa Sekardadi dibagian Timur. 
Jarak Desa Bayung Gede dari ibu kota provinsi Bali yaitu Denpasar adalah 67 Km, dan dari Kecamatan Kintamani yaitu 5 Km dan dari Kabupaten Bangli berjarak 30 km. Desa Bayung Gede berada di ketinggian sekitar 900 meter diatas permukaan laut (dpl) sehingga berhawa sejuk. Desa Bayung Gede memiliki luas sekitar 2000 Ha.
Peta Desa Bayung Gede

Kondisi Fisik Alamiah
Desa Bayung Gede berada di ketinggian sekitar 900 meter diatas permukaan laut (mDPL) dengan konfigurasi umum lahan berupa dataran dan jenis material tanahnya berupa paving dan aspal. Temperatur udara minimum Desa Bayung Gede mencapai hingga 18 oC, sedangkan temperatur udara maksimumnya adalah 27 oC. Desa Bayung Gede memiliki curah hujan rata-rata sebesar 125-200 mm.  

Karakteristik Sosio-Ekonomi-Budaya 
Desa Adat Bayung Gede memiliki jumlah penduduk sebanyak 2041 jiwa dengan 501 kk yang terdiri dari laki-laki sebanyak 1045 orang dan perempuan 955 orang. Kehidupan masyarakat Desa Adat Bayung Gede sebagian besar berprofesi sebagai petani. 
Tipe pemerintahan Desa Adat Bayung Gede mengikuti pola "lulu apad" (struktur desa adat) yang didasarkan dari waktu pelaksanaan upacara parebuan (perkawinan). Dan memiliki sistem kepimpinan desa adat bersifat kembar, dimana pimpinan desa adat dipegang oleh dua orang jero kubayan, yaitu Jero Kubayan Mucuk dan Jero Kubayan Nyoman. Kedua orang pemimpin desa adat ini dibantu oleh saih nembelas dalam menjalankan tata kehidupan adat istiadat desa. Dilihat dari tata cara pengangkatannya,saih nembelas ini didasarkan pada tegak desa adat (lulu apad). Kriteria penempatan orang atau anggota masyarakat dalam kategori lulu apad ini adalah berdasarkan waktu mereka melaksanakan upacara perebuan(ngaturang bakti ke pura Tri Kahyangan) dan mamitin desa (keluar dari kategori "sebel urip"). Syarat pengangkatan pimpinan desa adat ini memiliki beberapa pengecualian, yaitu walaupun secara tegak desa orang atau anggota masyarakat telah menyandang predikat saih nembelas, bila orang tersebut memiliki cacat fisik maka pengangkatannya akan dibatalkan dan digantikan oleh anggota di urutan berikutnya. Posisi pimpinan desa adat ini secara sosiologis bersifat kolektif. Posisinya sebagai pimpinan desa adat akan digantikan atau diberhentikan apabila anak terkecil sudah menikah atau istrinya meninggal dunia. Sebagai imbalan atas jasa dan jabatannya sebagai prajuru adat, kepada mereka diberikan hak kelola atas tanah laba pura yang diistilahkan dengan "bukti". Bukti ini akan dicabut kembali apabila mereka telah berhenti menjabat sebagai saih nembelas, dan akan diberikan kepada mereka yang menggantikannya. Agama yang dianut oleh masyarakat Desa Bayung Gede sebagian besar adalah agama Hindu. Ini dikarenakan desa ini adalah desa kuno sehingga keasliannya masih terjaga hingga kini.

Aksesibilitas 
Jalan utama yaitu Jalan Kintamani – Bangli menuju ketiga desa yang akan kami teliti tergolong rusak parah, ini dapat dilihat dari penampakan jalan tersebut. Jalan tersebut sudah berlubang dan adanya retakan di sepanjang jalan. Kerusakan ini diperkirakan mencapai 500 meter, kerusakan ini besar andilnya dikarenakan truk-truk besar pengangkut pasir membawa beban melebihi muatan sehingga merusak jalan. Penampakan jalan ini dapat dilihat digambar dibawah ini. 
Kerusakan yang terjadi dijalan Raya Kintamani - Bangli
Namun setelah memasuki jalan utama Desa Bayung Gede, jalan tersebut terbilang bagus dan beraspal. Tidak ditemukan jalan yang berlubang, rusak ataupun retak disepanjang jalan menuju desa Bayung Gede, penampakan jalan dapat dilihat dibawah ini.
Penampakan Jalan utama desa menuju ke Desa Bayung Gede
Lebar jalan menuju Desa Bayung Gede kira-kira sebesar 10 km. Dengan lahan perkebunan jeruk di pinggir jalannya. Papan penunjuk jalan pun dengan mudah ditemukan atau dibaca oleh pengunjung atau pengguna jalan lainnya. Sehingga kami selaku peneliti dengan sangat mudah menemukan jalan menuju Desa Bayung Gede, karena papan penunjuk jalan yang sudah di pasang untuk mempermudah menuju desa tersebut. Dimana penampakan penunjuk jalannya dapat dilihat di gambar dibawah ini. 
Papan penunjuk jalan menuju Desa Bayung Gede

About the Author

Blog ini didirikan sejak tahun 2009 oleh Bunga Kurnia yang bukanlah seorang blogger aktif, hanya dikala waktu senggang menyempatkan waktunya untuk menulis blog meskipun dengan tulisan yang tak sempurna dan tak karuan, karena itulah blog ini dinamakan 'menulis bebas'.

Comments