Autis Jejaring Sosial


Kejadian ini banyak dialami oleh sebagian besar anak-anak remaja zaman sekarang terutama yang hidup di lingkungan yang serba canggih dan modern seperti di kota. ‘Autis’ jejaring sosial membuat kita (sebagai remaja) menjadi pemalas, tidak suka belajar, tidak bisa mengatur waktu, pembangkang, tidak sabaran, pemarah, dan lebih parah lagi bisa jadi autis. 
Berikut merupakan ciri orang yang terkena dampak autis jejaring sosial: 

  1. Tidak peduli terhadap sekitar dan susah kalo manggilnya.
  2. Tidak pernah lepas dari HP-nya alias digenggam terus.
  3. Jika disuruh melakukan sesuatu pasti selalu menunda-nunda
  4. Biasanya memiliki HP smartphone dengan fitur jejaring sosial lengkap.
  5. Terus mengetik walaupun sedang berjalan dan duduk kumpul-kumpul bareng temannya.
  6. Sibuk ngetik terus dan notifikasi HPnya selalu berbunyi.
  7. Selalu menaruh HP dibawah bantalnya saat tidur.
Berikut beberapa tips agar mengurangi kecanduan jejaring sosial atau terhindar dari autis jejaring sosial:

 

1. Jangan follow/add/confirm/invite orang-orang yang sama sekali tidak anda kenal dan tidak ada hubungannya dengan orang yang anda kenal. Cukup yang benar-benar anda kenal saja seperti keluarga, sahabat, pacar, saudara, rekan kerja, dan orang yang benar-benar penting bagi anda. Ini bertujuan supaya anda lebih nyaman dan cepat dalam mencari seseorang di kontak dan juga agar anda tidak disibukkan oleh obrolan dari orang yang tidak anda kenal.

2. Janganlah menjadi ‘jempoler mania’ dengan sibuk me’like’ status orang lain hanya bertujuan untuk mendapatkan banyak ‘like/jempol’ dari orang lain. Tahukah anda mengapa Mark Zuckerberg membuat Facebook? Cobalah anda cermati baik-baik kata di beranda Facebook Login yaitu ‘Facebook membantu Anda terhubung dan berbagi dengan orang-orang dalam kehidupan Anda.’ berarti, Facebook itu bertujuan untuk membantu anda untuk berkomunikasi dan berbagi(foto, video, informasi, file, dll) dengan orang yang anda kenal(‘dalam kehidupan anda’ maksudnya adalah dalam dunia nyata anda yaitu teman, keluarga, dan saudara anda). Jadi, Facebook bukan ajang untuk ‘eksis’ dengan nge’add’ teman sebanyak-banyaknya tidak peduli apa mereka anda kenal apa tidak dan anda ‘like’ semua statusnya. Itu hanya membuang-buang waktu anda yang sangat berguna itu. Sebenarnya saya juga begitu pada saat awal memiliki akun Facebook tapi sekarang tidak lagi. Dan seandainya dulu Mark Zuckerberg tau apa yang akan terjadi di website yang akan dia buat maka mungkin saja Facebook tidak akan ada di dunia ini.

 

3. Jangan sibuk mencari ‘follower’. Mungkin anda terobsesi untuk memiliki banyak follower seperti Justin Bieber dan Lady Gaga yang diatas 10 juta pengikut. Jadi anda menghabiskan waktu untuk terus memfollow orang lain yang belum tentu anda kenal dan belum tentu anda ‘fans’ dengan mereka, me’mention’ orang itu supaya mereka mau mem’follback’ anda. Sesungguhnya itu adalah sia-sia saja. Belum tentu kan orang yang memfollow kita adalah ‘fans’ atau teman kita? Tujuan utama Twitter adalah mempertemukan ‘yang terkenal’ dengan fansnya juga mempertemukan anda dengan teman anda(yang tentu saja sudah anda kenal di dunia nyata) dan mengikuti percakapan. Jadi, sebenarnya kegiatan ‘follow’ sembarangan adalah sangat dilarang oleh Twitter (coba baca ketentuan Twitter). Apa untungnya anda mendapatkan follower yang ‘wah’ jumlahnya? Nothing kan? Sekarang, hanya follow orang yang ingin selelu anda lihat tweetnya karena mungkin berguna bagi anda walaupun anda tidak follow teman anda. Tidak seperti Facebook, Twitter walaupun kita tidak memfollow dia kita tetap bisa berkomunikasi dengan mereka. Aktifitas mencari follower seperti itu hanyalah membuang-buang waktu anda. Tapi jika anda ingin dikenal dan difollow dengan ‘senang hati’ anda harus memberikan tweet yang berguna bagi mereka dan juga atur frekuensinya(paling tidak 1-5 tweet setiap hari) itu bertujuan supaya tweet anda tidak memenuhi timeline mereka dan anda tidak terlalu sibuk juga dalam memposting tweet.

4. Hanya invite dan terima invite dari orang-orang yang benar-benar anda kenal dan akrab di dunia nyata. Jika anda punya Blackberry, sebaiknya hati-hati menggunakan BBM. Karena BBM(Blackberry Messenger) bersifat realtime, jadi pesan anda akan jauh lebih cepat disampaikan dan dibalas oleh lawan chatting anda(jika tidak pending). Sebenarnya saya tidak punya Blackberry tapi saya tahu banyak soal Blackberry(aneh bukan?). Yak kita lanjutkan. Jadi, anda akan sibuk jika chatting dengan satu orang(saja) karena pesan yang anda kirim sangat cepat dibalas dengan teman anda. Apalagi dengan banyak(lebih dari satu) orang? Bisa-bisa ‘gempor’ tangan anda karena ngetik terus. Itulah sebab mengapa banyak orang yang kecanduan BBM sampai lupa waktu hanya untuk ngobrol yang tidak penting dengan orang yang belum tentu anda kenal. Jadi , solusinya adalah hanya menginvite orang-orang yang benar-benar anda kenal di dunia nyata(bukan maya) dan hanya chatting tentang hal-hal yang penting saja(seperti nanya pengumuman dari sekolah atau info terbaru yang berguna bagi anda). Jadi, anda tidak disibukkan oleh kegiatan BBM dan waktu luang anda bisa dimanafaatkan untuk hal-hal yang lebih berguna.

5. Jangan terlalu banyak mendaftar di situs jejaring sosial. Cukup Facebook, Twitter, LinkedIn(kalo perusahaan anda menggunakannya), dan Foursquare(jika anda suka jalan-jalan) saja. Makin banyak memiliki akun jejaring sosial (apalagi memiliki lebih dari satu akun aktif di satu jejaring sosial) maka makin ribetlah anda untuk update status dan berbagi lewat mana. Jika anda telah memiliki akun dan aktif di jejaring sosial lain, sebaiknya tinggalkanlah dan katakan sebagai status terakhir ‘saya akan aktif di …(nama jejaring sosial dan username anda)’.

6. Jika anda terlanjur memiliki teman yang banyak, memfollow banyak orang, dan memiliki teman banyak di BBM yang semuanya tidak anda kenal di dunia nyata. Sebaiknya unfriend, unfollow, dan hapus orang itu sebagai teman anda supaya anda lebih nyaman membaca timeline dan news feed anda.



Source (with edited by bungavicky.blogspot.com)

About the Author

Blog ini didirikan sejak tahun 2009 oleh Bunga Kurnia yang bukanlah seorang blogger aktif, hanya dikala waktu senggang menyempatkan waktunya untuk menulis blog meskipun dengan tulisan yang tak sempurna dan tak karuan, karena itulah blog ini dinamakan 'menulis bebas'.

Comments

  1. Masalah adiksi dengan internet sudah ada namanya sendiri, yaitu "internet addiction disorder" atau "compulsive online use". Hal ini berbeda dari "autism spectrum disorder" yang merupakan gangguan perkembangan otak yang dibawa sejak lahir. Jadi supaya bisa membedakan mana yang autistik dengan yang non-autistik, tidak usah memanggil orang yang teradiksi internet dengan sebutan "autis".

    ReplyDelete

Post a Comment

Jika tidak punya akun Google+ untuk berkomentar, silahkan pilih opsi 'Anonymous/Tanpa Nama'